Wednesday, 16 June 2010

satu hari yang panjang *story part 1

Pagi itu pukul 07.00. Nirza masih tertidur dengan mimpi mimpinya. Sampai akhirnya terdengar suara teriakan dari luar kamar menuju kamarnya,

“Za! Mau tidur sampai kapan kamu??” suara mama sudah sangat jelas terdengar di telinga Nirza. Nirza mendengar, tapi tidak menjawab, bahkan Nirza tertidur lagi. Lalu mama masuk kamar, menarik selimut Nirza dan membuka jendela kamar. Nirza yang masih mengatuk membuka mata lalu bangun dari tidurnya, dan duduk ditempat tidur dengan mata yang masih mengantuk.

“Jam berapa sekarang? Mama mau ke kantor dulu!” kata mama dengan suara agak kesal.

“Ayoo bangun dong Nirza! Rapihin kamarnya! Nanti mama pulang ga ada yang berantakan gini yaaa”

Suara Mama tidak asing didengar oleh Mbok Pah, sedangkan Mbok Pah hanya terseyum saja melihat Nirza yang dari dulu sampai sekarang tidak berubah.

Mbok Pah adalah pembantu yang sangat setia pada Bu Mariam, mama nirza. Sejak Nirza berusia 1 bulan, Mbok Pah sudah ada dirumah itu untuk membatu pekerjaan rumah tangga, tidak heran kalau Mbok Pah sangat sayang pada Nirza seperti anak sendiri.

Nirza bangun dari tempat tidurnya menuju meja makan.

“Mama aku hari ini libur, ga usah teriak teriak gitu banguninnya” suara Nirza masih terdengar lemas

“Iya mama tau, makanya itu kamu harus bangun pagi, biar bisa beres beres rumah bantuin Mbok Pah, jangan tidur mulu!” Jawab mama tanpa mendengar alasan lain dari Nirza

Mama pergi ke kantor dan meninggalkan Nirza bersama Mbok Pah.

“HOOOAM!” Nirza menguap lalu kembali tidur di sofa

“Dik, Bantu Mbok menyiram tanaman yuk! Daripada tidur mulu, nanti melar lho badannya” suara khas Mbok Pah yang sangat disukai Nirza, membuat Nirza semangat untuk bangun.

Nirza bangun dari sofa, lalu melemparkan senyum manisnya kepada Mbok Pah dan lari kearah wastafel untuk mencuci muka. Suara Mbok Pah sudah melupakan Nirza pada mimpi mimpinya.

Saat menyiram tanaman dipekarangan rumah, seperti biasa, mereka selalu membicarakan Mama.

“Nirza sebel deh Mbok! Kenapa sih selalu mama yang bangunin Nirza? Aturan Mbok Pah aja yang bangunin Nirza tiap pagi, kan jadi semangat kalau Mbok yang bangunin” keluh Nirza yang masih sebal karena omelan pagi pagi.

“Lho lho lho, si adik kok ngomongnya gitu, toh tiap pagi yang bangunin kan Ibu, kalau bukan Ibu, adik kan bangun sendiri, nanti marah marah kalau Mbok Pah yang bangunin diciprat air, nda mau kan?”

“ya tapi kan Nirza lebih semangat kalu Mbok yang bangunin Nirza, rasanya gimana gituuu”

“gimana gitu gimana toh dik? itu tuh mama mu. Kalau ga ada mama toh pasti nyesel, sebawel bawelnya mama tandanya sayang bangeeeet sama anaknya”

Nasihat singkat Mbok Pah selalu diingat Nirza, tapi tetap saja itu tidak merubah perasaannya yang masih kesal.

Nirza terdiam, lalu disemprotlah Nirza oleh Mbok Pah. Dalam beberapa menit, baju tidur Nirza basah, dan terpaksa Nirza harus mandi.

No comments: