Saturday, 24 November 2012

ingin seperti 'mereka'

"Disini, aku bingung harus memulai dengan konsep seperti apa. Tapi biarkanlah aku bercerita mengalir sesuai aliran hati. Aliran hati yang tak temu hulu.

Susah untuk mencurahkan apa yang dipikirkan dan apa yang diinginkan kepada orang lain. Yang timbul hanyalah emosi jiwa semata, arogan, egois, dan tak ingin mengerti sekeliling. Aku tau ini salah. Tingkat ke egoisan ku diatas normal! Kecemburuan ku diambang batas! Berkali-kali aku berpikir, kenapa aku seperti ini. Seperti orang gila yang tak tentu arah, labil akan amarah dan keegoisan diri. Bercerita yang sangat perih hanya pada diri sendiri. Aku berbicara pada diri sendiri. Aku menghibur diri sendiri. Aku tertawa sendiri. Aku menangis sendiri. Dan aku meredamkannya sendiri!

Bukan maksud hati untuk tidak bersyukur dengan apa yang ku miliki. Aku hanya ingin......... MENJALANKAN sesuatu yang aku minati. Kali ini, bukan sebagai psikolog lagi.

Berkali-kali aku berpikir, orang sukses itu engga harus kuliah kan? sukses bisa datang darimana saja kan? asal kita tekun dan menikmati hal itu. Everythings will be okay, right? kalau seperti ini, apa bisa?! APA BISA?!
Berada di zona yang sama sekali tidak nyaman. Aku benci! Aku engga suka!

Ya Allah, bukan maksud hati untuk tidak mensyukuri semua ini. Engkau Maha Tau atas apa yang terjadi di batinku. Engkau Maha Tau atas apa yang aku inginkan. Engkau Maha Tau atas apa yang aku dustakan pada mereka. Dan Engkau yang Maha Tau atas dasar apa aku menerima semua ini. Tapi sampai kapan aku berada di zona ini?! Aku ingin seperti 'mereka' yang bisa dengan mudahnya mengeksplorasikan apa yang mereka suka. Aku ingin seperti mereka yang bebas untuk beraktivitas. Aku ingin seperti mereka yang bisa melihat dunia luar. Aku ingin seperti mereka yang bisa bersosialisasi dengan batasan-batasan yang telah Engkau atur. Aku ingin seperti mereka yang mempunyai keluarga yang sempurna. Aku ingin seperti mereka yang memiliki keseimbangan hidup. Aku ingin....

Jika dengan seperti ini aku berbakti, aku akan terus lakukan. Sampai aku menemukan 'jalan' untuk menikmati yang aku inginkan. Jika dengan seperti ini...."

Friday, 23 November 2012

"from me for you" - you're still the one (shania twain)



(When I first saw you, I saw love.
And the first time you touched me, I felt love.
And after
all this time, you're still the one I love)
 Looks like we made it
Look how far we've come my baby
We mighta took the long way
We knew we'd get there someday

They said, "I bet they'll never make it"
But just look at us holding on
We're still together still going strong

(You're still the one)
You're still the one I run to
The one that I belong to
You're still the one I want for life
(You're still the one)
You're still the one that I love
The only one I dream of
You're still the one I kiss good night

Ain't nothin' better
We beat the odds together
I'm glad we didn't listen
Look at what we would be missin'

They said, "I bet they'll never make it"
But just look at us holding on
We're still together still going strong

(You're still the one)
You're still the one I run to
The one that I belong to
You're still the one I want for life
(You're still the one)
You're still the one that I love
The only one I dream of
You're still the one I kiss good night

(You're still the one)
You're still the one I run to
The one that I belong to
You're still the one I want for life
(You're still the one)
You're still the one that I love
The only one I dream of
You're still the one I kiss good night

Wednesday, 7 November 2012

I miss the old Me

Kadang, aku suka berpikir. Apakah aku pantas seperti ini, dengan pakaian seperti ini, dan yang ku lakukan seperti ini. Ini aneh, dan sangat mengganjal sekali. Terlalu naif. Hati ingin melepas semua ke ganjalan ini, tapi rasa takut kehilangan sangat menghantui.

Aku merindukan aku yang dulu. Yang sangat tidak peduli dengan sikap dan perkataan orang, yang bisa bermain, berbincang, dan tertawa dengan siapa saja. Tapi bukan berarti aku menginginkan aku yang dulu. Yang aku alami ini begitu gelap. Seperti ada diadalam lubang yang sanghat jauh dari keramaian, sesak dan sulit sekali menghirup udara. Tidak ada yang tahu jeritan hati, tidak ada yang tahu tetesan air mata yang mengalir. Semua ku rasa dan ku bagi sendiri. Rasa takut kehilangan yang membuat ku membunuh dan menghancurkan diri sendiri.

Sangat jijik melihatnya, ini TERLALU NAIF.