Saat ini, bukanlah untuk
bersedih. Tapi bersyukur, karena sampai detik ini aku masih bisa melihatnya,
memeluknya, menciumnya dan melihat tawanya. Aku tau, dibalik semua itu ada rasa
sedih didalam dirinya, ada rasa kesepian yang tak satu orangpun mengetahuinya.
Aku tau beban dalam hidupnya, aku hanya tau, tapi tak pernah memahami apa yang
terjadi sebenarnya..
Rasa sepi kah yang membunuhnya?
Aku hanya bisa menerka nerka apa yang terjadi pada dirinya, pikirannya dan juga
hatinya. Aku adalah anak satu-satunya, satu-satunya orang yang punya kewajiban
untuk membahagiakannya, satu-satunya orang yang berkewajiban untuk membuatnya
tersenyum. Tapi apa yang bisa aku lakukan, engga banyak..
Ia semakin tua, semakin lemah,
semakin rapuh.. Tapi Ia adalah satu-satunya orang yang membuatku hidup sampai
detik ini. Apa yang aku rasakan bila Tuhan memanggilnya? Apa yang akan aku
lakukan?
10 tahun hidup berdua…. Maafin
aku Ummi, maaf kalau aku membuat Ummi merasa sendiri, maaf kalau aku membuat
Ummi merasa kesepian..
Aku sayang Ummi, Ummi jangan
sakit terus yaaaa :”)