Sunday, 30 December 2012

jangan ragu dengan bakat mu!

katakan "AKU BISA!!" untuk kamu-kamu yang merasa ragu dengan hal-hal yang kamu ragui *loh? haha
setiap orang pernah merasakan keraguan untuk melakukan hal yang positif untuk dirinya dikarenakan... faktor luar. Misalkan, kamu ingin melakukan suatu hal yang kamu suka dan kamu ingin tekuni tapi kamu ragu karena takut di bilang ini lah itu lah sama orang lain. Tapi lakukanlah jika kamu bisa, tunjukanlah siapa dirimu, apa yang kamu mau dan jangan orang lain menumbangkan semangat mu..
Memang sih susah, saya selalu merasakannya *eitsssss bukan sesi curhat Jundiah!* tapi cobalah berkompromi dengan diri sendiri, bicara pada diri sendiri, dan! ceritakan apa yang kamu mau ke orang yang kamu percaya, setidaknya jika ada yang mengganjal dan menjadikan pikiran berhari-hari, bisa diselamatkan dengan bercerita pada orang yang dipercaya itu. Mintalah saran atau dukungan dari mereka, siapa tau ada yang memudahkanmu mengatasinya.
Tapi jika tidak bisa juga, dan kamu masih merasa ragu. Coba deh, kamu pelajari apa yang sebenernya kamu ingin lakukan tapi masih ragu untuk bertindak. Zaman sekarang ini teknologi sudah banyak sekali, belajar sendiripun lebih mudah karena akses menuju internet ada dimana-mana..
Dan jangan pernah ragu kalau kamu merasa mampu! Karena Allah selalu memudahkan jalan untuk orang-orang yang bersungguh-sungguh.. Kalau yang ini , saya merasakannya. Pertolongan Allah itu ada dimana-mana, disaat pikiran kita buntu, tapi kita masih mau berusaha, disitulah kita menemukan kemudahan :)

Monday, 3 December 2012

Hargai Perbuatan Orang Lain

Oh Istriku, Apa Saja Sih yang Kau Kerjakan ?

Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian


Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata ... kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana.

Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah… masyaAllah… kacau… berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.


Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.


Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.


Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol, dan... begitu ia melompat ke kamar tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!


Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”.


Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata,“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidak puasan, ‘Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku?’, bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”


“Betul” jawab sang suami.


“Baik” kata sang istri, “Hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan”.


*****


Message yang ingin disampaikan adalah:


1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.


2. Dan … agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.


3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.


4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.


Sumber: Email Ust. Musyaffa AR di milist sebelah

Judul asli: Jangan Melihat dari Sudut Pandang Sempit

Sunday, 2 December 2012

this is my new 'day'

Terima kasih ya Allah aku masih bisa bernafas sampai detik ini, di usia yang sudah bukan kanak-kanak lagi.
19 tahun, dimana seseorang seharusnya sudah bisa berkembang secara pemikiran, tindakan, dan psikologis. Seseorang yang sudah seharusnya bisa 'berdiri sendiri' menyongsong hari-hari bersama teman-teman dan kawanannya. Menikmati hal-hal yang mereka sukai, dan tiada batas untuk berkarya. Dimana masa-masa ini yang aku tunggu sekarang. Tapi, lagi-lagi aku bukan seberuntung mereka :) Aku harus bisa melakukannya dengan cara ku, lagi-lagi bukan seperti mereka. Ya, tapi apa mau di kata, kesuksesan seseorang itu timbul dari dirinya sendiri, sekarang tergantung gimana diri ini bisa mengaturnya dengan sebegitu cantik yang nantinya menghasilkan apa yang diinginkan.

Allah selalu bersama mu Jundiah, Dia mengerti apa kata hati dan seluruh pemikiran mu. Dia paling mengerti kamu. Selamat hari lahir, semoga apa yang kamu inginkan tercapai. Menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan jadilah yang terbaik dari dirimu :)
Tetap semangat, sabar, senyum, dan ikhlas :")

Saturday, 1 December 2012

ini dia obatnya #1

" Pada suatu saat, datanglah seseorang kepada sahabat Rasulullah Saw., Ibnu Mas’ud radhiyallâhu ‘anhu (r.a.). Orang itu meminta nasihat kepada Ibnu Mas’ud. “Wahai Ibnu Mas’ud berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tenteram, jiwaku gelisah, dan pikiranku kusut, makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.”

Maka, Ibnu Mas’ud pun menasihatinya, “Kalau penyakit itu yang menimpamu, bawalah hatimu untuk mengunjungi tiga tempat, yaitu:

- Pertama, ke tempat orang yang membaca Al-Qur'an; engkau baca al-Qur’an atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya.

- Kedua, atau engkau pergi ke majelis taklim yang mengingatkan hati kepada Allah Swt.

- Ketiga, atau engkau mencari waktu dan tempat yang sunyi , dan di sana engkau berkhalwat, beribadah kepada Allah Swt.; misalnya di tengah malam buta saat orang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam meminta.

Jika (ketiga langkah ini) tidak juga menyembuhkanmu, hendaknya engkau meminta kepada Allah Swt. Agar diberi hati yang lain, karena yang kamu pakai itu bukan lagi hatimu. "

icip intip ;;)

ini ni, lagi pengen banget ngebuat makanan yang satu ini. kalau beli di luar, harganya lumayan. coba deh yuk dibikin sendiri, icip-icip intip-intip~

MACARONI SCUTTLE \:D/

Ingredients:
~ macaroni 250gr
~ susu putih cair 400ml
~ telur 6 butir
~ daging cincang 250gr
~ bawang Bombay, iris.
~ keju batang
~ garam
~ lada
~ mentega

Step:
1.Pertama rebus macaroni dengan air secukupnya, lalu tambahkan mentega 2 sendok makan agar macaroni tidak lengket. Jika sudah matang, angkat, pisahkan dari air dan dinginkan
2.tumis bawang Bombay yang sudah diiris, lalu tiriskan.
3.Tumis daging cincang, dengan tambahan garam dan lada secukupnya.
4.Siapkan wajan besar, masukkan macaroni, daging, dan bawang Bombay. Aduk perlahan dengan spatula kayu.
5.Masukkan telur satu persatu sambil diaduk perlahan agar adonan tidak hancur. Kemudian tambahkan susu. Tambahkan garam dan lada sesuai selera.
6.Parut keju setengahnya dan masukkan, aduk perlahan.
7.Siapkan wadah(tidak bahan plastik) olesi dengan mentega. Lalu masukkan adonan macaroni scuttle tadi ke wadah tersebut, oven selama 90menit sampai terlihat kekuningan.
8.Angkat dan macaroni scuttle siap dihidangkan :D

Sachertorte :9

Menu ini adalah menu kue ulang tahun ku yang pertama kali aku buat saat aku berulang tahun yang ke-17, di bantu master chefnya, Sarah Nabila :’) dan dijamin enak banget. Silahkan di coba! :D
Ingredients :
~ 100g tepung terigu
~ 50g tepung maizena
~ 40g cokelat bubuk
~ 5g backing powder (bingung ngukurnya? Setara dg setengah sendok teh)
~ 50g cokelat masak(dark cooking chocolate)
~ 250g mentega
~ ¼ sdt garam
~ 6 butir telur
~ 1 satscet vanili (pengganti 1 sdm rum sebagai pewangi)
Untuk olesan:
~ 100 g selai blueberry
~ 250-300g dark cooking chocolate yang di tim hingga meleleh.

Step:
1.Panaskan oven pada suhu 180oC. olesi cetakan yang berdiameter 20cm dengan mentega, alasi kertas roti yang diolesi mentega serta ditaburi tepung.
2.Campurkan jadi satu : tepung terigu, tepung maizena, cokelat bubuk, dan backing powder. Ayak, kemudian simpan dulu.
3.Tim cokelat masak hingga melelh. Kocokmentega, gula, dan garam dengan mikser hingga mengembang selama 15 menit, masukka telur satu persatu. Kocok terus hingga rata dan lembut, lalu masukkan cokelat masak yang telah di tim. Aduk, hingga rata
4.Masukkan campuran tepung dan tambahkan vanili. Aduk menggunakan spatula.
5.Tuang adonan ke dalam Loyang, panggang dalam oven selama 65menit. Angkat, dinginkan.
6.Sesudah dingin keluarkan kue dari Loyang.
7.Belah kue menjadi dua bagian horizontal, lalu olesi salah satu permukaan kue dengan selai. Tumpukkan kembali kedua potongan kue menjadi satu. Dan olesi seluruh permukaan kue dengan selai, lalu siram dengan chocolate masak.

Tips :
1.Agar kedua potongan melekat dengan sempurna, sebelum diolesi dengan selai, lumuri dua permukaan yang akan tertempel dengan air gula secukupnya, jangan terlalu basah. Kemudian keduanya di olesi dengan selai. Lalu tumpuk kembali.
2.Mentim coklat untuk lumuran nanti saat kue sudah dingin, agar coklat yang di tim tidak kembali membeku


Selamat mencoba, dan terima kasih Sarah :*