Mungkin yang aku inginkan hanya satu, psikologi. ya, sudah bertahun-tahun aku bermimpi untuk menjadi seorang psikolog. Aku bermimpi untuk membuat sebuah sekolah, yang disana aku lah pemilik dan pengajar dari sekolah itu, bukan sekolah biasa, tapi sekolah untuk mereka yang membutuhkan kebutuhan khusus.
Ku tancapkan niat di hati.
Ujian demi ujian ku lewati. Jalur SNMPTN Tulis ku ambil, dan ku pilih Psikologi UI sebagai pilihan pertama dan Psikologi UNJ sebagai pilihan kedua. Berharap aku bisa masuk ke salah satunya. Tapi nyatanya, tidak.
Dan aku berjuang lagi di SIMAK UI, aku memilih 3 pilihan, yaitu Psikologi Reguler, Kesejateraan Sosial dan Psikologi Paralel. Seberharapnya aku, gapapa lah aku masuk Paralel, kalo memang disana ku bisa menggapai mimpi. Sudah ku rencanakan juga mencari uang sendiri untuk membayar Rp 3.500.000 dari uang semesteranku yang Rp 8.500.000, tapi nyatanya namaku tidak tersangkut di UI hari ini.
Di lain sisi, ummi sangat menginginkan aku kuliah di PNJ. Tanggal 14 Juli hari Minggu kemarin, aku mengikuti test masuk PNJ. Pengumuman tanggal 18 Juli kemarin, dan namaku masuk didalamnya sebagai Mahasiswi Keuangan Perbankan Syariah.Senang sekali wajah ummi. Semangat sekali membawaku untuk registrasi. Benar-benar ummi yang mengurusi semuanya. Aku terdiam, dan berfikir... "Ridho Orangtua adalah Ridho-Nya" aku senang kalo memang harus begitu.
Mungkin inikah yang terbaik untuk ku? ku terus memantapkan hati ku untuk ikhlas dan menerimanya. Aku ingin sekali membahagiakan ummi, aku ingin sekali meringankan beban ummi. Inikah jalannya ya Allah? Aku bingung. Sementara itu, masih ada pengumuman UNJ yang disana aku memilih Psikologi di urutan pertama..
Apakah namaku ada didalamnya sebagai MABA Psikologi UNJ 2012? Aku engga tau harus memilih apa.... yang aku tau hanya, ketidak relaan ummi :")
Memang seharunya aku mengucapkan selamat tinggal, ya selamat tinggal Psikologi. Mungkin engga tahun ini, masih ada tahun depan atau 4 tahun lagi. Atau mungkin, aku bisa belajar sendiri :D
" ya semangatlah jun! Kesuksesan itu engga cuma di satu pintu, masih banyak pintu-pintu lain yang terbuka, asalkan lo engga terpaku dengan pintu yang sudah tertutup! Bismillah, ikhlas ya jun. Pasti bisa!"