Thursday, 7 April 2011

never let you go

Someday
our path will cross and as our eyes meet
our heart will too
and when that day comes
i swear, i will never let you go
ever again




BUT


Wednesday, 6 April 2011

(⌣́_⌣̀)

terimakasih untuk seseorang yang ternyata masih sangat peduli pada ku..
terimakasih untuk seseorang yang pernah menemani hari-hari ku..
terimakasih untuk seseorang yang masih mau menyayangi aku..
terimakasih untuk seseorang yang masih memperhatikan aku..
terimakasih untuk seseorang yang telah membuat ku tertawa..
terimakasih untuk seseorang yang hampir saja menggantikan 'dia'..

5 April 2011
aku tidak bisa berkata apa-apa saat kamu mengirimkan pesan dan menanyakan kabar ku, menanyakan keadaan ku, menanyakan kondisi ku..
aku tidak bisa membalas apa-apa saat kamu mengirimkan pesan, yang berisi kamu masih peduli pada aku..
aku senang saat kamu menelpon ku pukul 09.02 malam, dan tetap menanyakan kondisi ku, menanyakan aku sudah makan, menanyakan aku sudah minum obat, dan menyuruh aku untuk tidur cepat, tetapi aku tidak bisa bicara tentang kesenangan ku, seperti yang sering kita lakukan sebelumnya..
dan aku hanya bisa menahan tangis saat kamu akan menutup telpon dan bilang "Aku sayang kamu, assalamualaikum" aku tidak bisa berkata apa-apa saat itu walaupun aku ingin sekali membalasnya, tapi hati aku menahannya. Dan aku pun hanya bisa membalas salam dari mu..

Terimakasih atas perhatian dan kepedulian kamu, terimakasih atas perasaan kamu, terimakasih atas semua yang kamu lakukan..
Tapi ingat dan selalu ingat, kita hanya teman. Sampai kapan pun kita hanya teman..

"Terimakasih karena kamu memayungi ku disaat hujan deras. Dan sekarang aku bisa memegang payung itu, tanpa kamu pegangi lagi.." Terimaksih :')

Monday, 4 April 2011

hanya sebuah cerita pendek

ini hanya sebuah cerita pendek. Cerita pendek dari seorang gadis yang sangat teramat aku kenal. Ranay, namanya.

"Aku mengenali cowok itu. Seorang cowok yang pertama kali aku kenal ketika aku baru menduduki bangku Sekolah Menengah Atas.
Cowok berpostur dengan tubuh yang tinggi dan kurus dan dikenal banyak orang.
Kami dekat setelah kami saling mengenal lewat situs jejaring sosial, Facebook. Berawal dari wall, chatting, lalu kami pun smsan.
Kemudian aku mengenalinya. Dan aku suka. Tapi semua tidak berpihak padaku. Dia menyukai seorang cewek, cewek itu teman kelas ku. Dia juga pernah menceritakan tentang cewek itu ke aku. Dan memang ternyata mereka sudah dekat dari dulu. Lalu entah alasan apa yang membuat kami jauh. Aku menjauh dan dia pun hilang.
Sampai suatu saat, ada suatu acara yang mempertemukan aku dan dia.
Lalu kemudian aku dan dia dekat, sangat dekat. Tapi dengan cara dan situasi yang salah, situasi yang dapat membuat diriku sakit, dan membuat dirinya hancur. Kami mempunyai perasaan yang sama. Saling menyayangi. Tapi kenapa salah? karena dia sudah dimiliki orang lain.

Aku sedang berlari lari di situasi ini, berlari lari mencari cara untuk terjatuh dengan cepat.
Mau aku berlari dengan cepat ataupun pelan, aku pasti akan terjatuh. Jatuh tanpa pegangan seseorang disampingku. Aku sendiri. Tidak ada seorangpun yang mengetahui"

ini hanya sebuah cerita pendek. Cerita pendek dari seorang gadis yang sangat teramat aku kenal. Ranay, namanya :)

Saturday, 2 April 2011

Aku

Aku mempunyai kekurangan, kekurangan itu yang menyebabkan kamu pergi meninggal kan aku. Setelah kamu meninggalkan aku, aku tetap dengan perasaan ku. Sikap mu dingin, cuek dan, acuh. Aku tak pedulikan itu.
Ada beberapa orang yang bilang kamu seperti ini, kamu seperti itu. Tapi aku tidak peduli, yang aku lihat dari kamu hanyalah apa yang aku rasakan di mata dan hati ku.

Aku menyayangi kekurangan dan kelebihan mu.
Aku menikmati kesendirian ku.
Aku menikmati rasa rindu yang hanya satu yang aku punya.
Aku bersikap seolah-olah hati ku biasa saja.
Ya, aku biasa saja. Berusaha untuk biasa saja.

Aku berusaha bersikap biasa saja pada mu. Tapi respon mu mengajak ku untuk bersikap dan mengambil tindakan lain tentang dirimu.
Ya hanya aku yang merasakan kekurangan dari dirimu.
Aku tidak dapat menceritakannya kepada siapapun, termasuk sahabat ku. Karena sikap mu ini membuatku mati rasa dan aku pun tidak bisa mendeskripsikannya.
Jauh didalam hati ku, aku sangat menyayangimu. Tapi sepintas melihat dirimu, aku sangat membenci mu.