Saturday, 26 October 2013

Untuk dua puluh enam yang ke dua puluh sembilan kali

29 bulan. Relung hati ini hanya terpaku pada satu hati, tidak pernah berpaling, dan tidak akan pernah mau berpaling.

29 bulan. Banyak hal, banyak sekali hal yang dialami. Kenangan indah, kenangan pahit yang menyakitkan, kenangan bersama, kenangan yang bisa satu-satu aku jabarkan dimana tempat dan waktunya. Kenangan dimana dia tidak mengingatnya, tetapi selalu ku ingat walau hanya senyum ketus yang pernah dia berikan.

29 bulan. Dimana aku pernah merasakan mencintai seseorang yang sudah berpaling dari hati ini. Merasakan kehilangan yang tidak pernah tergambarkan sebelumnya. Merasakan sebuah pembelajaran dan kenangan yang sangat menyakitkan, yang sangat terasa, yang aku sendiri lelah harus melupakannya dengan cara apa.

29 bulan. Aku merasakan rasa sakit yang tak bisa digambarkan. Perdebatan antara harga diri dengan komitmen pada diri sendiri. Dimana aku akan tetap terus dengan perasaan ini apapun keadaannya. Dimana aku bisa bahagia atas kehadiran dia yang sempat pergi.

29 bulan. Aku tau, bahwa cinta itu harus dibebaskan tanpa dilepas. Terbang seperti balon gas tetapi tidak pergi dari batu yang mengikatnya. Aku mengerti, dalam suatu hubungan bukan hanya terus komunikasi yang dijalani setiap hari. Bukan pertemuan yang harus dilakui setiap waktu. Bukan hal yang dapat membuang waktu diantara keduanya. Tetapi, bisa terus percaya bahwa dia itu engga akan kemana. Saling menjaga walaupun tidak menunjukan rasa itu. Saling mendoakan walaupun tidak terdengar ucapan itu. Saling memberi dukungan, walaupun tidak selalu ada disamping..

Terima kasih atas pembelajaran yang secara tidak langsung ini, Bapak FA :)

No comments: